Jakarta (ANTARA News) - Beras merah rasanya memang tidak sepulen beras putih, namun beras merah terbukti lebih menyehatkan karena memiliki lebih banyak manfaat dan kandungan gizi, serat dan vitamin yang sangat berguna bagi tubuh terutama susunan saraf.

"Beras merah memiliki kandungan vitamin B terlengkap dan terbanyak dibandingkan dengan bahan pangan lainnya," ujar Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perdossi Pusat, Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), pada sebuah media edukasi bertajuk 'Neuropati, Kenali, Waspadai!', di Jakarta, Selasa.

Manfaluthy menjelaskan bahwa vitamin B yang terkandung dalam beras merah, sangat berguna untuk regenerasi saraf sehingga mencegah berbagai penyakit akibat gangguan saraf. Selain itu vitamin B juga dapat membantu metabolisme energi sel sehingga tidak mudah merasakan pegal.

"Kandungan vitamin B12 pada beras merah, sangat penting untuk reproduksi saraf yang sudah mati. Ini sangat penting untuk pembentukan selubung mielin yang melindungi saraf," katanya menjelaskan bahwa selubung mielin berfungsi untuk menyampaikan pesan dari otak ke seluruh saraf.

"Vitamin B12 biasa hanya terserap tubuh kurang dari dua persen, sementara beras merah adalah bahan pangan yang mampu mencukupi kekurangannya," ujar Manfaluthy.

Berdasarkan USDA Nutrient Database pada tahun 2010, dijelaskan bahwa beras merah juga sangat baik untuk penderita diabetes. Pasalnya, kandungan serat pada beras merah sangat tinggi sehingga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan beras putih biasa.

Selain itu, data dari USDA Nutrient Database juga menyebutkan bahwa kandungan serat pada beras merah dapat memperlambat masuknya glukosa dalam darah.