Empat Syarat Paragraf yang Baik

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Umumnya kesulitan pertama membuat karya tulis ilmiah adalah mengungkapkan pikiran menjadi kalimat dalam bahasa ilmiah. Sering dilupakan perbedaan antara paragraf dan kalimat. Suatu kalimat dalam tulisan tidak berdiri sendiri, melainkan kait-mengait dalam kalimat lain yang membentuk paragraf. Paragraf merupakan salinan kecil sebuah karangan yang membangun satuan pikiran sebagai pesan yang disampaikan oleh penulis dalam karangan.

Paragraf atau alinea merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat, karena dalam bentuk inilah penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga membentuk suatu topik atau tema pembicaraan.
Dalam kenyataannya kadang-kadang kita menemukan alinea yang hanya terdiri atas satu kalimat, dan hal itu memang dimungkinkan. Paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari sudut pandang komposisi, pembicaraan tentang paragraf sebenarnya sesudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang sederhana boleh saja hanya terdiri dari satu paragraf.
Batasan Masalah
Batasan masalah pada makalah ini bertujuan untuk membatasi ruang lingkup dari pembahasan yang akan dibahas. Agar pembahasan yang akan diuraikan dapat dipahami oleh pembaca, maka tim penulis memberikan batasan sebagai berikut:
Pengertian, ciri, unsur, dan syarat-syarat suatu paragraf yang dituliskan dalam makalah ini merupakan pengertian, ciri, unsur, dan syarat-syarat paragraf secara umum,
Jenis-jenis paragraf berdasar tujuan, isi, letak kalimat utama dan pola pengembangan suatu paragraf yang dituliskan merupakan penjelasan secara umum beserta masing-masing contoh,
Metode pengembangan paragraf yang diuraikan merupakan metode pengembangan secara umum.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat diambil rumusan masalahnya sebagai berikut:
Apa pengertian paragraf ?
Apa saja ciri-ciri paragraf ?
Apa saja fungsi paragraf ?
Apa saja syarat dan unsur dalam pembentukan paragraf ?
Apa saja jenis-jenis paragraf ?
Apa saja metode-metode pengembangan paragraf ?
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari rumusan masalah di atas adalah:
Mengetahui dan memahami pengertian paragraf,
Mengetahui dan memahami ciri-ciri paragraf,
Mengetahui dan memahami fungsi paragraf,
Mengetahui dan memahami syarat dan unsur dalam pembentukan paragraf,
Mengetahui dan memahami jenis-jenis paragraf, dan
Mengetahui dan memahami metode-metode pengembangan paragraf.
Manfaat Penulisan
Manfaat teoritis
Untuk  memberikan  wawasan  bahwa  proses pembelajaran menulis paragraf dapat meningkatkan keterampilan menulis paragraf.
Untuk  mengetahui jenis-jenis paragraf dan pengembangannya  serta memberikan kemampuan untuk mengaplikasikannya dalam pembuatan artikel, makalah,karangan, dan yang lainnya
Manfaat praktis
Bagi Dosen
Sebagai bahan pertimbangan dan penilaian serta perbaikan.
Bagi Penulis
Bagi penulis paragraf dapat dijadikan alat untuk menjelakan kepada pembaca tentang maksud dari ide pokok yang disampaikan.
Bagi Mahasiswa
Membantu mahasiswa meningkatkan dan mengembangkan keterampilan menulis paragraf dalam pelajaran Bahasa Indonesia khususnya sebagai bekal persiapan dalam menulis karya ilmiah, essay maupun skripsi.
Memberi motivasi dan membangkitkan minat mahasiswa terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pembelajaran menulis paragraf.
Pembaca
Hasil makalah ini  diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis dan  menambah wawasan pembaca khususnya masalah menulis paragraf.
Hasil makalah ini  diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan kajian ulang sehingga terdorong untuk melakukan pembacaan lebih lanjut mengenai keterampilan menulis.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Paragraf
Secara umum, paragraf merupakan suatu gabungan beberapa kalimat yang padu. Kalimat yang padu berisi subjek, predikat, objek dan keterangan dalam suatu paragraf. Terdapat beberapa sumber yang mendefinisikan pengertian paragraf, seperti paragraf berasal dari bahasa Yunani“Paragraphos” yang berarti menulis ke samping atau tertulis ke samping. Maksud dari menulis ke samping atau tertulis ke samping yaitu bentuk tulisan yang mengarah ke samping, baik yang mengarah ke kanan maupun ke kiri. Contoh nyata dari penulisan tersebut yaitu dalam penulisan huruf Arab dan Latin. Selain itu, paragraf juga berasal dari bahasa Inggris “paragraph” yang berarti alenia. Alenia bisa diartikan sebagai baris yang berisi tulisan yang mengarah ke dalam. Berdasarkan berapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa paragraf merupakan suatu unit dari karya tulis yang memiliki kata dan kalimat yang tersusun serta mempunyai kalimat pokok dan kalimat penjelas. Kalimat pokok merupakan kalimat yang menjadi inti dan menjelakan mengenai apa yang dimaksudkan. Sedangkan kalimat penjelas merupakan kalimat yang menjelaskan mengenai inti atau poin utama dari kalimat tersebut.
      Pada dasarnya terdapat dua tujuan penulisan paragraf, yaitu sebagai media untuk memudahkan pemahaman mengenai maksud tulisan, serta untuk penegasan dan memisahkan penggunaan kalimat yang efektif, misalnya dalam pemberhentian kalimat. 
      Paragraf yang merupakan gabungan dari beberapa kata dan kalimat mempunyai beberapa ciri atau karakteristik, misalnya sebagai berikut:
Terdiri atas kalimat utama dan kalimat penjelas,
Menjorok ke dalam dan berbentuk baris,
Adanya kesatuan dan keterkaitan antara kalimat pokok dan kalimat penjelas, dan
Terdapat keterpaduan mengenai maksud dan tujuan yang menjelaskan satu makna.
Kalimat pokok disuatu paragraf bisa terdapat di awal, di akhir, di tengah- tengah, dan bahkan diseluruh paragraf tersebut.
Paragraf mempunyai beberapa pengertian lain :
Paragraf adalah karangan mini. Artinya semua unsur karangan yang panjang ada dalam paragraf.
Paragraf adalah satuan bahasa yang terdiri beberapa kalimat yang tersusun secara runtut, logis, dalam satu kesatuan ide yang tersusun lengkap, utuh dan padu.
Paragraf adalah bagian dari suatu karangan yang terdiri dari sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi dengan pikiran utama sebagai pengendaliannya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya.
Paragraf yang terdiri atas satu kalimat berarti tidak menunjukkan ketuntasan atau kesempurnaan. Sekalipun tidak sempurna, paragraf yang terdiri satu kalimat dapat digunakan. Paragraf satu kalimat ini dapat dipakai sebagai peralihan antarparagraf, sekaligus memperbesar efek dinamika bahasa. Akan tetapi, sebagai kesatuan gagasan menjadi suatu bentuk ide yang utuh dan lengkap, paragraf hendaklah dibangun dengan sekelompok kalimat yang saling berkaitan dan mengembangkan satu gagasan.
Ciri-Ciri Paragraf
Paragraf menggunakan pikiran utama (gagasan utama) yang dinyatakan dalam kalimat topik.
Setiap paragraf menggunakan satu kalimat topik dan selebihnya merupakan kalimat pengembang yang berfungsi menjelaskan, menguraikan dan menerangkan pikiran utama yang ada dalam kalimat topik.
Paragraf menggunakan pikiran penjelas (gagasan penjelas) yang dinyatakan dalam kalimat penjelas. Kalimat ini berisi detail-detail kalimat topik. Paragraf bukan kumpulan kalimat-kalimat topik. Paragraf hanya berisi satu kalimat topik dan beberapa kalimat penjelas. Setiap kalimat penjelas berisi detail yang spesifik, dan tidak mengulang pikiran penjelas lainnya.
Ciri Paragraf yang Baik
Sekurang-kurangnya dapat dikatakan ada lima ciri paragraf yang baik. Kelima ciri itu adalah kesatuan, kepaduan, ketuntasan, konsistensi sudut pandang, dan keruntutan. Paragraf dapat dikatakan baik apabila kelima ciri itu secara keseluruhan terdapat di dalamnya.
Kesatuan
Seperti yang telah disinggung pada bagian terdahulu, paragraf yang baik haruslah memiliki satu gagasan utama. Artinya, dalam paragraf mungkin terdapat beberapa gagasan tambahan, tetapi gagasan-gagasan itu harus terfokus pada satu gagasan utama sebagai pengendali. Jika prinsip ini dipenuhi, paragraf itu telah memenuhi ciri kesatuan.
Kesatuan dalam sebuah paragraf hanya akan terbentuk apabila informasi-informasi dalam paragraf itu tetap dikendalikan oleh gagasan utama. Agar hal itu dapat dicapai, penulis harus senantiasa mengevaluasi apakah kalimat-kalimat yang ditulisnya itu erat hubungannya dengan gagasan utama. Jika ternyata tidak erat hubungannya, kalimat-kalimat itu harus dihilangkan atau disajikan secara khusus, misalnya menjadi sisipan dalam kalimat lain. Perhatikan paragraf berikut ini.
MBAH MARTO
Mbah Marto tidak tahu banyak tentang desa kelahirannya. Ia tidak tahu-menahu mengapa desanya itu dinamai Desa Kedunggalar. Ia tidak tahu-menahu mengapa Sangkanurip kini mengering. Ia juga tidak tahu mengapa nenek moyangnya dahulu sampai di desa itu. Meski sudah uzur, Mbah Marto masih gesit dan cekatan. Begitu bangun pagi, tanpa harus minum kopi dahulu, ia sudah memanggul pangkurnya membongkar tanah liat yang sudah mengeras oleh musim kemarau yang panjang.
Kepaduan
Paragraf dapat dikatakan baik tidak saja karena gagasan utamanya tunggal, tetapi juga kalimat-kalimat di dalam sebuah paragraf itu terjalin secara logis dan gramatikal. Dengan demikian, kalimat-kalimat di dalam sebuah paragraf itu terpadu berkaitan satu sama lain untuk mendukung gagasan utama. Dengan kaitan seperti itu, pembaca akan dapat mengikuti maksud penulis setapak demi setapak dengan perpindahan dari satu kalimat ke kalimat berikutnya secara enak tanpa ada lompatan-lompatan pikiran. Boleh jadi sebuah paragraf sudah memenuhi syarat kesatuan, tetapi belum dapat disebut sebagai suatu paragraf yang baik apabila belum memenuhi syarat kepaduan ini.
Untuk membangun kepaduan paragraf dapat digunakan kata kunci dan sinonim, pronomina, kata transisi, dan struktur yang paralel.
Kata Kunci dan Sinonim
Kepaduan paragraf dapat dibangun dengan tidak mengulang kata atau ungkapan yang sama setiap kali diperlukan. Kata atau ungkapan yang sama itu sesekali dapat disebut kembali dengan menggunakan kata kuncinya atau dengan menggunakan kata lain yang bersinonim dengan kata atau ungkapan itu. Virus HIV misalnya, sesekali dapat disebut virus itu, virus penyebab AIDS, virus yang mematikan, atau virus yang sulit ditaklukkan. Oleh beberapa ahli cara itu disebut penyulihan.
  Pronomina
Membangun kepaduan juga dapat ditempuh dengan menggunakan pronomina untuk menyebut nomina atau frasa nominal yang telah disebutkan lebih dahulu. Yang dilakukan sebenarnya adalah mengacu pada nomina atau frasa nomina itu dengan pronominanya. Frasa pengusaha-pengusaha yang sukses selain sesekali dapat disebut dengan pengusaha-pengusaha itu, dapat pula disebut mereka, misalnya. Cara seperti ini juga disebut pengacuan.
  Kata Transisi
Kata transisi adalah konjungtor atau perangkai, baik yang digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur dalam sebuat kalimat maupun untuk menghubungkan kalimat-kalimat dalam sebuah paragraf. Melalui penggunaan kata-kata ini, hubungan antara satu gagasan dan gagasan yang lain dalam sebuah paragraf dapat dinyatakan secara tegas. Kalimat-kalimatnya mungkin sama, tetapi kata transisi tertentu dan susunan tertentu akan mengubah informasi atau gagasan yang ditampilkan.
  Struktur yang Paralel
Keparalelan struktur kalimat dapat pula membangun ciri kepaduan kalimat-kalimat di dalam sebuah paragraf. Banyak cara yang dapat digunakan untuk membangun keparalelan struktur ini, antara lain menggunakan bentuk kata kerja yang sama atau menggunakan majas repetisi.
 Ketuntasan
Paragraf yang baik adalah paragraf yang tuntas. Artinya, di dalam paragraf itu telah tercakup semua yang diperlukan untuk mendukung gagasan utama. Ini berarti pula bahwa paragraf yang baik harus telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga pembaca tidak bertanya-tanya tentang maksud penulis dalam paragraf itu.
Seberapa jauh ketuntasan pengembangan paragraf itu? Sayang tidak ada rumusan yang jelas mengenai hal itu. Bisa jadi sebuah paragraf amat panjang, tetapi belum tuntas. Bisa jadi pula paragraf itu cukup pendek, tetapi sudah tuntas. Yang penting adalah bahwa setelah membaca paragraf itu, pembaca mendapat informasi yang lengkap tentang isi paragraf itu. Ingatlah bahwa yang penting di dalam paragraf adalah adanya gagasan utama yang biasanya dinyatakan dalam kalimat topik.
Konsistensi sudut pandang
Dalam karang mengarang, konsistensi sudut pandang itu sangat penting artinya. Seorang penulis harus menentukan lebih dahulu sudut pandangnya terhadap calom pembaca agar ia dapat memilih gaya penulisan yang tepat. Paragraf yang baik hendaknya mempertahankan sudut pandang penulis dalam membahas permasalahan yang diutarakannya. Jika sudah dipastikan bahwa pembaca tidak dilibatkan secara eksplisit sebagai mitra tutur, pilihan itu harus dipertahankan sampai akhir karangan. Demikian pula sebaliknya.
Keruntutan
Urutan penyajian informasi dalam paragraf yang baik mengikuti tata urutan tertentu. Ada beberapa model urutan penyajian informasi dalam paragraf dan tiap-tiap model mempunyai kelebihan masing-masing. Model-model urutan itu adalah urutan waktu, urutan tempat, urutan umum-khusus, urutan khusus-umum, urutan pertanyaan-jawaban, dan urutan sebab-akibat. Setiap model urutan akan dibicarakan secara rinci dalam bagian yang membicarakan jenis-jenis dan pengembangan paragraf. Untuk menjelaskan prinsip keruntutan ini, pada bagian ini dicontohkan dua macam keruntutan saja, yaitu keruntutan atas urutan tempat dan keruntutan atas urutan waktu.
Yang disebut prinsip keruntutan pada dasarnya adalah menyajikan informasi secara urut, tidak melompat-lompat sehingga pembaca mudah mengikuti jalan pikiran penulis. Untuk paragraf itu yang menggunakan model urutan tempat, misalnya, hendaklah informasi tentang objek itu disajikan secara horizontal, seolah-olah pandangan mata penulis bergerak dari arah kiri ke kanan, atau sebaliknya atau bisa juga secara vertikal dari bawah keatas atau sebaliknya. Yang penting adalah bahwa informasi disajikan secara berurut berdasarkan dimensi ruang.

 2.3  Fungsi Paragraf
Menampung ide pokok.
Paragraf  berfungsi untuk menaampung ide pokok sang penulis.
Membantu memahami isi.
Fungsi paragraf kali ini ialah sebagai sarana yang membantu para pembaca memahami isi. Kalau saja tidak ada paragraf pasti para pembaca akan sulit membedakan kapan sang penulis memberikan ide pokok yang berbeda.
Membantu menguraikan masalah.
Paragraf  juga dapat membantu penulis mengembangkan semua ide yang ada agar terurai secara jelas dan sistematis agar dipahami oleh pembaca.
Memulai pokok pikiran baru.
Fungsi ini berhubungan dengan fungsi paragraf nomor 2. Paragraf membantu penulis dan pembaca membedakan ide pokok 1 paragraf dengan paragraf  lain, sehingga tujuan para penulis tersampaikan secara baik.

 2.4 Unsur dan Syarat Paragraf
Unsur-unsur paragraf
Masalah adalah suatu hal yang harus diselesaikan atau dicari jalan keluarnya. Terkadang ada juga yang menyebut topik/masalah sebagai gagasan utama. Memang benar karena topik/masalah merupakan gagasan utama dari terbentuknya paragraf. Jadi jika ingin mengerti sebuah paragraf kita harus mengetahui masalah/topik atau gagasan pokok paragraf tersebut.
Ide pokok merupakan gagasan yang mendasari terbentuknya sebuah paragraf. Ide pokok disebut juga gagasan utama atau gagasan pokok.Ide pokok terletak di awal, akhir, awal dan akhir, atau seluruh isi paragraf. Ide pokok dalam suatu paragraf didukung oleh beberapa kalimat penjelas.
Kalimat utama merupakan kalimat yang berisi ide pokok. Kalimat utama dapat ditemukan di awal, akhir, awal dan akhir, atau di seluruh paragraf.
Paragraf yang memiliki ide pokok di awal paragraf disebut paragraf deduktif.
Paragraf yang memiliki ide pokok di akhir paragraf disebut paragraf induktif.
Paragraf yang memiliki ide pokok di awal dan akhir paragraf disebut paragraf campuran (Variatif).
Paragraf yang memiliki ide pokok diseluruh isi paragraf disebut paragraf narasi.
Cara menemukan kalimat utama cukup mudah dengan mengetahui ciri-cirinya yaitu terletak di awaal pada umumnya pernyataan bersifat umum, pernyataan yang masih perlu pengembangan, rincian, dan penjelasan lebih lanjut. Jika kalimat utama berbentuk kalimat majemuk bertingkat, maka ide pokoknya terletak pada induk kalimat.
Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung atau memperjelas kalimat utama. Kalimat penjelas harus menjabarkan atau memperjelas kalimat utama. Jika kaimat utama terletak di awal paragraf maka kalimat penjelasnya setelah awal paragraf . Jika kalimat utamanya terletak di akhir paragraf maka kalimat penjelasnya terletak sebelum akhir paragraf.
Fakta dan opini ditulis atau tidak tergantung sang penulis. Opini dan Fakta bertujuan untuk memperjelas ataupun memberikan gambaran tentang gagasan utama yang dibahas. Misal sebuah paragraf membahas pabrik rokok maka tidak salah kalau menyertakan fakta dampak rokok terhadap kesehatan. Bisa juga disetai opini yang berupa pendapat pribadi.
Syarat paragraf
Kesatuan
Fungsi paragraf adalah untuk mengembangkan gagasan pokok tersebut. Untuk itu, di dalam pengembangannya, uraian-uraian dalam sebuah paragraf tidak boleh menyimpang dari gagasan pokok tersebut. Dengan kata lain, uraian-uraian dalam sebuah paragraf diikat oleh satu gagasan pokok dan merupakan satu kesatuan. Semua kalimat yang terdapat dalam sebuah paragraf harus terfokus pada gagasan pokok.
Kepaduan
Sebuah paragraf bukanlah sekedar kumpulan kalimat-kalimat yang berdiri sendiri-sendiri, tetapi dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Urutan pikiran yang teratur akan memperlihatkan adanya kepaduan, dan pembaca pun dapat dengan mudah memahami/mengikuti jalan pikiran penulis tanpa hambatan karena adanya perloncatan pikiran yang membingungkan.
Kata atau frase transisi yang dapat dipakai dalam karangan ilmiah sekaligus sebagai penanda hubungan dapat dirinci sebagai berikut.
Hubungan yang menandakan tambahan kepada sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya, misalnya: lebih-lebih lagi, tambahan, selanjutnya, di samping itu, lalu, seperti halnya dll.
Hubungan yang menyatakan perbandingan, misalnya: lain halnya, seperti, meskipun dll.
Hubungan yang menyatakan pertentangan dengan sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya; misalnya: tetapi, namun, bagaimanapun, walaupun demikian, sebaliknya dll.
Hubungan yang menyatakan akibat/hasil; misal: sebab itu, oleh sebab itu, karena itu, jadi dll.
Hubungan yang menyatakan tujuan, misalnya: sementara itu, segera, kemudian dll.
Hubungan yang menyatakan singkatan, misal: ringkasnya, misalnya, yakni, sesungguhnya dll.
Hubungan yang menyatakan tempat, misalnya: di sana, dekat, di seberang dll.
Kelengkapan
Suatu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup menunjang kejelasan kalimat topik/gagasan utama.
Letak Kalimat Topik dalam Sebuah Paragraf
Sebuah paragraf dibangun dari beberapa kalimat yang saling menunjang dan hanya mengandung satu gagasan pokok saja. Gagasan pokok itu dituangkan ke dalam kalimat topik / kalimat pokok. Kalimat topik/kalimat pokok dalam sebuah paragraf dapat diletakkan, di akhir di awal, di awal dan akhir, atau dalam seluruh paragraf itu.

 2.5 Jenis-Jenis Paragraf
2.5.1 Paragraf Berdasarkan Tujuan.
Paragraf Pembuka
Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
Contoh paragraf pembuka :
Pemilu baru saja usai. Sebagian orang, terutama caleg yang sudah pasti jadi, merasa bersyukur karena pemilu berjalan lancar seperti yang diharapkan. Namun, tidak demikian yang dirasakan oleh para caleg yang gagal memperoleh kursi di parlemen. Mereka mengalami stress berat hingga tidak bias tidur dan tidak mau makan.
Paragraf Penghubung
Paragraf penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang daripada paragraf pembuka. Sifat paragraf-paragraf penghubung bergantung pola dari jenis karangannya. Dalam karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif, eksposisi, paragraf-paragraf itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan yang logis. Bila uraian itu mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa paragraf disiapkan sebagai dasar atau landasan untuk kemudian melangkah kepada paragraf-paragraf yang menekankan pendapat pengarang.
Paragraf penutup
Paragraf penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang dianggap penting.
 Contoh paragraf penutup :
Demikian proposal yang kami buat. Semoga usaha kafe yang kami dirikan mendapat ridho dari Tuhan YME serta bermanfaat bagi sesame. Atas segala perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

 2.5.2      Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama
                Dalam sebuah paragraf, gagasan utama atau disebut juga pikiran utama atau topik utama dapat dikemukakan dalam sebuah kalimat topik atau disebut juga dengan kalimat utama. Berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf dibedakan menjadi 5, yaitu:
Paragraf Deduktif (Kalimat utama diawal paragraf)
Gagasan utama paragraf dapat dituangkan dalam kalimat utama yang terletak pada awal paragraf. Kalimat selanjutnya adalah kalimat-kalimat penjelas yang berupa pikiran-pikiran, penjelas, uraian, analisis, contoh-contoh, keterangan, atau rincian kalimat utama yang berisi tentang uraian yang memberikan penjelasan terhadap gagasan utama.
Contoh paragraf deduktif:
Investasi di bidang pendidikan berpengaruh besar terhadap kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa. Investasi yang besar di bidang pendidikan yang bermutu dan tinggi. Kemudian, pendidikan yang bermutu tinggi tentu akan menghasilkan sumber daya manusia yang andal, profesional, terampil dalam berbagai bidang pekerjaan dan kreatif. Di pihak lain,semua sektor pembangunan hanya akan berlangsung secara efektif dan efisien bila melibatkan tenaga-tenaga kerja yang profesional dan berketerampilan tinggi. Kemudian, penggunaan tenaga kerja lokal bukan hanya dapat menghemat biaya produksi melainkan juga secara langsung membuka lapangan kerja bagi penduduk. Selain itu, tenaga-tenaga kerja yang profesional dan berketerampilan tinggi serta kreatif tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga-tenaga kerja bagi perusahaan-perusahaan di berbagai sektor usaha, tetapi juga dengan bekal kemampuan intelektual, kreativitas, dan keterampilan yang mereka miliki mereka dapat membuka lapangan-lapangan kerja baru.
 Paragraf Induktif (Kalimat utama diakhir paragraf)
Sebuah paragraf dapat pula dimulai dengan pikiran-pikiran penjelasan yang dituangkan dalam kalimat-kalimat penjelas, kemudian diakhiri dengan sebuah pikiran atau gagasan utama atau topik utama yang dituangkan dalam sebuah kalimat utama.
Contoh paragraph induktif:
Semua sektor pembangunan hanya akan berlangsung secara efektif dan efisien bila melibatkan tenaga-tenaga kerja yang profesional dan berketerampilan tinggi. Kemudian, penggunaan tenaga kerja lokal bukan hanya dapat menghemat biaya produksi melainkan juga secara langsung membuka lapangan kerja bagi penduduk. Selain itu, tenaga-tenaga kerja yang profesional dan berketerampilan tinggi serta kreatif tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga-tenaga kerja bagi perusahaan-perusahaan di berbagai sektor usaha, tetapi juga dengan bekal kemampuan intelektual, kreativitas, dan keterampilan yang mereka miliki mereka dapat membuka lapangan-lapangan kerja baru. Tentu saja tenaga kerja yang berkualitas tinggi, seperti dikemukakan di atas hanya akan diperoleh melalui pendidikan-pendidikan yang berkualitas tinggi pula. Guna memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi tersebut diperlukan investasi yang besar di bidang pendidikan. Jadi, sangat jelas bahwa investasi di bidang pendidikan berpengaruh besar terhadap kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa.
Paragraf Kombinasi atau Campuran (Kalimat utama diawal dan diakhir paragraf)
Kalimat utama dalam sebuah paragraf pada hakikatnya hanya satu. Penempatan kalimat utama yang kedua berfungsi untuk menegaskan kembali pikiran utama paragraf tersebut.
Contoh paragraph campuran:
Penilaian hasil belajar siswa dalam bentuk tes yang dilakukan pada tengah dan akhir semester tidaklah memadai. Hasil tes yang dilakukan seperti itu banyak mengandung kelemahan. Pertama, frekuensi tes yang hanya dua kali itu bisa saja menyiapkan hasil protet sesaat yang tidak memberikan gambaran hasil belajar siswa yang sesungguhnya. Kedua, dapat saja terjadi pada saat tes berlangsung kesehatan seorang siswa terganggu sehingga berpengaruh terhadap hasil tes. Ketiga, ada saja kemungkinan beberapa siswa mengakami ketegangan jiwa ketika menhgikuti tes sehingga hasil tes yang dicapai tidak menggambarkan kemampuan siswa yang bersangkutan yang sesungguhnya. Keempat, suatu tes cenderung hanya mengukur hasil belajar sebagai produk. Dengan demikian, hasil tes tidak memberikan gambaran sama sekali mengenai aspek proses belajar yang ditempuh. Aspek proses belajar yang dimaksud, misalnya prosedur yang ditempuh siswa dalam  praktik penelitian sederhana di laboratorium dan di lapangan, proses penulisan laporan, dan proses belajar lainnya, yang juga penting untuk dinilai. Penilaian dalam bentuk tes yang cenderung mengukur produk dan tidak termasuk proses belajar cenderung mendorong siswa berbuat curang dalam mengikuti tes, misalnya dengan cara meniru pekerjaan teman di sebelahnya. Paling tidak, bentuk penilaian dengan menggunakan prosedur tes yang hanya dua kali itu mendorong siswa untuk belajar ketika ada tes saja. Apabila hal-hal tersebut di atas dipertimbangkan dalam melakukan penilaian terhadap siswa maka sangat jelas bahwa penilaian hasil belajar siswa dalam bentuk tes yang dilakukan sebanyaknya dua kali, yaitu pada tengah dan akhir semester tidaklah memadai.
Paragraf Ineratif (Kalimat utama di tengah-tengah paragraf)
Paragraf ineratif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di tengah-tengah paragraf. Kalimat-kalimat penjelas dipaparkan terlabih dahulu, lalu diikuti kalimat utama dan diakhiri dengan kalimat-kalimat penjelas lagi.
Contoh paragraph ineratif:
Tumbang Samba macet total. Kemacetan ini disebabkan jembatan yang menghubungkan jalan tersebut roboh. Hujan deras yang turun selama tiga hari itulah penyebabnya. Nampaknya jembatan itu terlalu tua untuk menahan aliran deras dari arus sungai.
 Paragraf yang tidak memiliki kalimat utama
Biasanya, paragraf ini memiliki gagasan utama yang tersebar secara seimbang dan merata pada setiap kalimat. Contohnya pada karangan berbentuk naratif dan deskriptif.
Paragraf Berdasarkan Isi
Paragraf Narasi
Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian. Dalam karangan atau paragraf narasi terdapat alurcerita, tokoh, setting, dan konflik. Paragraf naratif tidak memiliki kalimat utama.
Contoh paragraf narasi:
Kemudian mobil meluncur kembali, Nyonya Marta tampak bersandar lesu. Tangannya dibalut dan terikat ke leher. Tangannya dibalut dan terikat ke leher. Mobil berhenti di depan rumah. Lalu bawahan suaminya beserta istri-istri mereka pada ke luar rumah menyongsong. Tuan Hasan memapah istrinya yang sakit. Sementara bawahan Tuan Hasan saling berlomba menyambut kedatangan Nyonya Martha.
Paragraf Deskripsi
Deskripsi adalah salah satu jenis karangan yang melukiskan suatu objek sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, merasakan, mencium secara imajinatif apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dicium oleh penulis tentang objek yang dimaksud.
Contoh paragraph deskripsi:
Gadis kecil itu. Ia terus memandangi lautan yang biru. Gulungan riak-riak yang kecil tak membuatnya bergeming. Hembusan hawa pantai nan panas, tak membuat matanya beralih dari laut. Air pantai terus menyapu lembut kulit kakinya. Deburan suara ombak mengisiki telinganya. Hari itu langit tak berawan. Ia terus memandangi laut. Laut yang semakin biru sampai ambang cakrawala. Ia memandangi nelayan yang tengah menepi. Memandangi pulau kecil nan jauh di seberang sana. Ia benci laut! Gadis itu benci laut, karena disanalah orang tuanya meninggal.
Paragraf Eksposisi
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca.
Contoh paragraf eksposisi:
Saat ini kegiatan Ekstrakurikuler dikenal sebagai kegiatan tambahan pelajran sesuai pelajaran wajib dalam kelas lagi dan kegiatan ini dimulai dari sepulang sekolah. Guna dari kegiatan ekstrakurikuler bisa dikaitkan dengan menambah nilai yang kurang dalam mata pelajaran yang diambil, pengembangan bakat siswa dan siswi, dan juga sebagai sarana permainan yang diminati seorang siswa dan siswi atau sarana bermain sambil belajar.
Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah paragraf atau karangan yang membuktikan kebenaran tentang sesuatu. Pada akhir paragraf atau karangan, perlu disajikan kesimpulan. Kesimpulan ini yang membedakan argumentasi dari eksposisi.
Contoh paragraf argumentasi:
Menyetop bola dengan dada dan kaki dapat ia lakukan secara sempurna. Tembakan kaki kanan dan kiri tepat arahnya dan keras. Sundulan kepalanya sering memperdayakan kiper lawan. Bola seolah-olah menurut kehendaknya. Larinya cepat bagaiakan kijang. Lawan sukar mengambil bola dari kakinya. Operan bolanya tepat dan terarah. Amin benar-benar pemain bola jempolan.
Paragraf Persuasi
Paragraf persuasi adalah paragraf yang bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu.
Contoh paragraf persuasi:
Pengguna pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras sehingga perlu pengolahan dengan biaya yang tinggi. Oleh sebab itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.
Paragraf Berdasarkan Pola Pengembangan
Paragraf Tanya Jawab
Paragraf jenis ini dikembangkan dengan pertanyaan terlebih dahulu. Lazimnya, kalimat pertama merupakan kalimat pertanyaan yang mengandung ide paragraf. Kamlimat pengembangannya berupa jawaban atas pertanyaan tadi. Kalimat – kalimat jawaban merupakan kalimat penjelas atau pengembang paragraf.
Contoh paragraf tanya jawab:
Bisakah kita melawan pengerutan kulit? Tentu tidak. Namun mencengah kerutan kulit itu muncul sebelum waktunya, tentu bisa. Sebab, dalam kehidupan ini,ada suatu proses yang disebut penuaan dini, yang disebabkan oleh radikal bebas. Dan radikal bebas itu bisa muncul tanpa kita sadari. Inilah yang mesti diperhatikan.
Paragraf Sebab akibat
Paragraf sebab akibat yaitu paragraf yang pengembangannya memanfaatkan makna hubungan sebab akibat antar kalimat. Ciri khas paragraf jenis ini ialah terbinanya hubungan sebab akibat antar kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Jadi hubungan sebab akibat ini merupakan rangkaian yang berkesinambungan.
Contoh paragraf sebab akibat :
Seorang gadis remaja14 tahun bunuh diri karena caci maki yang diterimanya lewat salah satu situs pertemanan. Memang bully yang merupakan bentuk intimidasi kepada pihak lain tidak saja dilakukan secara langsung. Lewat situs – situs pertemanan, sesorang bisa mengintimidasi orang lain. Maka, Dewan Legislatif Italia mendorong disusunya undang – undang melawan cyberbullying.
 Paragraf Contoh atau ilustrasi
Sesuai dengan sebutannya, paragraf contoh atau paragraf ilustrasi, paragraf jenis ini dikembangkan dengan menggunakan contoh atau ilustrasi. Contoh atau ilustrasi inilah yang memberikan penjelesan akan kebenaran ide atau gagasan paragraf, baik dengan cara deduktif, induktif, atau paduan keduanya.
Contoh paragraf ilustrasi:
Menurut salah seorang rekan kerjanya bernama paving ingin membuka kantor seperti biasa.Namun tidak bisa karena masih dalam keadaan terkunci. Tanpa menunggu lama ia mendobrak pintu belakang yang juga sebagai kamar tidur bagi pegawai dikantor tersebut. Betapa kagetnya saat melihat dua rekan kerjanya tidak sadarkan diri dengan mesin genset yang masih menyala.
Paragraf Alasan atau Keterangan
Perkataan “alasan” bisa diganti dengan “keterangan” sebab pada hakikatnya, lasan itu merupakan keterangan. Paragraf alasan ialah paragraf yang pengembangan ide utamanya memanfaatkan penjelasan yang bermakna alasan. Alasan – alasan inilah yang memperkokoh ide paragraf sehingga kebenaran ide itu dapat diterima pembacanya.
Contoh paragraf alasan:
Dan ini ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk beralih kebahan nabati dalam memelihara kesehatan, sebagai penganti kebiasaan minum kopi atau teh dipagi hari. Bahan nabati seperti susu kedelai yang mengandung isoflavon efektif sebagai penangkal radikal bebas. Ia mampu mengurangi garis – garis serta kerutan pada wajah.
Paragraf Perbandingan atau Analogi
Paragraf perbandingan ialah paragraf yang isinya merupakan perbandingan tentang dua hal yang baik yang menyangkut kesamaan maupun perbedaannya. Sebagai teknik pengembangan, perbandingan ini bisa bertujuan menjelaskan satu hal dengan menggunakan hal lain sebagai pembanding, atau menjelaskan kedua hal yang dibandingkan itu sekaligus.
Contoh paragraf perbandingan:
PT XL Axiata Tbk kembali meluncurkan program paket XL internet unlimited. Produk ini diluncurkan untuk merespon permintaan pelanggan untuk dapat memiliki paket internet murah tanpa perlu memperkirakan quota pemakaian. Paket XL internet unlimited ini tentu jauh lebih unggul dibanding paket internet biaya per quota selain mahal, medekati masa berakhir paket internet jaringan semakin susah dan lambat. XL paket internet unlimited diperkuat dengan 1.180 BTS 3G diwilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.
Paragraf Definisi
Sesuai dengan sebutannya, paragraf defenisi merupakan paragraf yang mengembangkan defenisi atau pembatasan sebuah istilah. Dalam sebuah paragraf defenisi, sebuah istilah mungkin didefenisikan, mungkin pula dibacakan pengertiannya.
Contoh paragraf definisi:
Gelombang adalah getaran merambat. Getaran ini adalah suatu bentuk energi. Karena merupakan energi, maka getaran ini dapat berubah bentuk dan dapat pula berpindah tempat. Perpindahan gelombang dari satu tempat ketempat yang lain dapat melalui zat perantara (medium) atau tanpa melalui zat perantara (ruang hampa). Getaran pada gelombang yang melalui zat perantara akan mengakibatkan zat yang dilaluinya akan bergetar.
Paragraf Proses
Seperti halnya paragraf pemerian, paragraf proses pun tergolong jenis paragraf deskriptif. Sesuai dengan namanya, paragraf proses ialah paragraf yang menjelaskan proses terjadinya atau proses bekerjanya sesuatu. Urutan langkah dalam melakukan sesuatu pun tergolong paragfar jenis ini.
Contoh paragraf proses :
Kita dapat menjepit ujung mistar platik yang memiliki panjang 30 cm dengan tangan kita tepat ditepi meja. Buatlah sedemikian sehingga ujung yang bebas memiliki panjang 25 cm. Kemudian, getarkan ujung penggaris tersebut dengan simpangan yang tidak terlalu besar. Perkirakan jumlah getaran yang terjadi dalam 1 sekon dan coba dengarkan. Apakah kamu dapat mendengar bunyi akibat getaran tersebut? Simpulkan hasil pekerjaanmu.
Paragraf Penguraian
Paragraf jenis ini dikembangan dengan cara menguraikan atau memilah–milah (mengklasifikasikan) sesuatu. Dengan pertanyaan lain, paragraf penguraian atau pemilahan ialah paragraf yang berisi penjelasan secara terurai atau pemilahan sesuatu secara rinci.
Contoh paragraf penuraian:
Pada kegiatan ini kamu akan mendengarkan bunyi dari garpu tala yang kamu pukulkan kemeja. Ketika kamu menyentuh ujung garpu tala yang telah dipukulkan ke meja, kamu merasakan getaran garpu tala itu. Ujung jarum pada garpu tala yang ditempelkan pada permukaan serbuk tepung dikaca membuktikan bahwa garpu tala yang berbunyi merupakan hasil dari getaran. Kesimpulanya, bunyi adalah hasil getaran sebuah benda.
Metode Pengembangan Paragraf
Pengembangan paragraf sangat berkaitan erat dengan posisi kalimat topik karena kalimat topiklah yang mengandung inti permasalahan atau ide utama paragraf. Pengembangan paragraph deduktif, misalnya, yang menempatkan ide/gagasan utama pada awal paragraf, pasti berbeda dengan pengembangan paragraf induktif yang merupakan kebalikan dari paragraf deduktif. Demikian juga dengan tipe paragraf yang lainnya.
Selain kalimat topik, pengembangan paragraf berhubungan pula dengan fungsi paragraf yang akan dikembangkan: sebagai paragraf pembuka, paragraf pengembang, atau paragraf penutup. Fungsi tersebut akan mempengaruhi pemilihan metode pengembangan karena misi ketiga paragraf tersebut dalam karangan saling berbeda .
Metode pengembangan paragraf akan bergantung pada sifat informasi yang akan disampaikan, yaitu persuasif, argumentatif, naratif, deskriptif, dan eksposisi. Metode tersebut sudah pasti digunakan untuk mengembangkan alinea argumentatif, misalnya akan berbeda dengan naratif.
Setelah mempertimbangkan faktor tersebut barulah kita memilih salah satu metode pengembangan paragraf yang dianggap paling tepat dan efektif. Diantara banyak metode pengembangan paragraf yang terdapat di dalam buku–buku komposisi, terdapat enam metode yang umumnya dipakai untuk mengembangkan alinea dalam penulisan karangan. Metode yang dimaksud adalah metode definisi, metode contoh, metode sebab-akibat, metode umum khusus, dan metode klasifikasi.
Didalam mengarang, keenam metode pengembangan paragraf tersebut dapat dipakai silih berganti sesuai dengan keperluan mengarang si penulisnya.
 Metode Pertentangan
Menggunakan ungkapan-ungkapan seperti berbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi, dan bertolak belakang dari.
Contoh :
“Orde 1998-2006” atau orde politik Indonesia kini jauh berbeda dari “orde 1967-1998”. Ini menyebabkan kehidupan dan penegakan hukum dalam kedua periode orde itu juga berbeda besar.
Metode Perbandingan
Biasanya menggunakan ungkapan seperti serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi, sedangkan, dan sementara itu.
Contoh :
Seruan “Kiri!” Seorang penumpang angkot untuk turun dari mobil yang ditumpanginya, misalnya di Bandung, mungkin tidak lazim di beberapa daerah lain seperti Manado, Gorontalo, dan Malaysia, yang membuat para penumpang serempak menengok ke kiri. Seperti halnya di Bandung, di Jakarta juga menggunakan seruan “Kiri” untuk menghentikan angkot. Akan tetapi, di Manado kata yang diserukan yaitu “Muka”. Sementara itu, seruan “Minggir!” Lazim digunakan di daerah Lampung untuk menandakan penumpang yang akan berhenti.
Metode Analogi
Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan. Biasanya, pengembangan analogi dilakukan dengan bantuan kiasan. Kata-kata yang digunakan yaitu ibaratnya, seperti, dan bagaikan.
 Contoh :
Dalam persoalan Poso kita memang diingatkan bahwa penanganannya tidaklah mudah. Ibaratnya kita diminta untuk memegang telur. Kalau terlalu keras memegangnya, telur itu akan pecah, tetapi kalau terlalu longgar juga akan pecah karena akan terlepas dari tangan. Kita harus menanganinya secara tepat dan yang harus menjadi perhatian kita bersama janganlah masalah ini membuat kita sebagai bangsa menjadi pecah. Kasihan para pahlawan dan mereka yang berharap masa depan  (Kompas, 2006 : 6)
Metode Contoh-contoh
Biasanya diungkapkan dengan kata seperti, misalnya, contohnya, dan lain-lain.
Contoh :
Tipe ekstrover adalah orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkan keluar dirinya, kepada orang lain, dan kepada masyarakat. Orang yang tergolong tipe ekstrover memiliki sifat-sifat tertentu, contohnya berhati terbuka, lancer dalam pergaulan, ramah tamah, penggembira, mudah mempengaruhi, dan mudah dipengaruhi oleh orang lain. (Purwanto, 1984:147)
Metode Sebab Akibat
Pengembangan paragraf dengan sebab akibat dilakukan jika menerangkan suatu kejadian, baik dari segi penyebab maupun segi akibat. Ungkapan yang digunakan yaitu padahal, akibatnya, oleh karena itu dan karena.
Contoh :
Seharusnya Indonesia telah menerapkan negara kesejahteraan sejak awal kemerdekaan. Program jamsostek baru dimulai pada 1976 sehingga Indonesia tertinggal membentuk tabungan nasional. Padahal, Malaysia sudah memulainya sejak 1959. Akibatnya, saat krisis melanda Asia pada 1997/1998, Indonesia paling sulit untuk bangkit lagi. Oleh karena itu, Indonesia perlu melakukan reformasi penyelenggaraan program jaminan sosial.
 Metode Definisi
Adalah, yaitu, ialah merupakan kata-kata yang digunakan dalam mengembangkan paragraf dengan cara definisi. Kata adalah biasanya digunakan jika sesuatu yang akan didefinisikan diawali dengan kata benda, yaitu digunakan jika sesuatu yang akan didefinisikan diawali dengan kata kerja atau sifat.Jika akan menjelaskan sinonim suatu hal, kata ialah yang digunakan dan jika akan mendefinisikan pengertian rupa atau wujud, kata merupakan yang dipakai.
Contoh :
“Psikologi ialah ilmu jiwa”. Sedangkan menurut Crow “Psikologi adalah kejiwaan manusia dalam berinteraksi dalam dunia sekitarnya”. Sementara itu, Santian mengemukakan bahwa psikologi merupakan perwujudan tingkah laku manusia.
Metode Klasifikasi
Adalah pengembangan paragraf melalui pengelompokkan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Ungkapan yang lazim digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan.
Contoh :              
Penyelidikan tentang temperamen dan watak manusia telah dilakukan sejak dahulu kala. Hippo Crates dan Galenus mengemukakan bahwa manusia dapat dibagi menjadi empat golongan menurut keadaan zat-zat cair yang ada di dalam tubuhnya. Diantaranya ialah sanguistik (banyak darah) yang sifatnya periang, gembira, optimis, dan lekas berubah-ubah. (Purwanto, 1984: 150)
Metode Klimaks-Antiklimaks
Gagasan utama mula-mula dirinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya. Kemudian berangsur-angsur dengan gagasan lain hingga gagasan yang paling tinggi kedudukan/kepentingannya.
  Contoh:
“Bentuk traktor mengalami perkembangan dari jaman ke jaman seiring dengan kemajuan tehnologi yang dicapai umat manusia. Pada waktu mesin uap baru jaya-jayanya, ada traktor yang dijalankan dengan mesin uap. Pada waktu tank menjadi pusat perhatian orang, traktor pun ikut-ikutan diberi model seperti tank. Keturunan traktor model tank ini sampai sekarang masih dipergunakan orang, yaitu traktor yang memakai roda rantai. Traktor semacam ini adalah hasil perusahaan Carterpillar. Di samping Carterpillar, Ford pun tidak ketinggalan dalam pembuatan traktor dan alat-alat pertanian lainnya. Jepang pun tidak mau kalah bersaing dalam bidang ini. Produk Jepang yang khas di Indonesia terkenal dengan nama padi traktor yang bentuknya sudah mengalami perubahan dari model-model sebelumnya.”

BAB III
PENUTUP
3.1   Kesimpulan
Adapun   simpulan   yang   kami   peroleh   dari   penyusunan   makalah   yang
bejudul ‘Paragraf’ ini adalah sebagai berikut :
Paragraf adalah satuan bahasa yang terdiri beberapa kalimat yang tersusun secara runtut, logis, dalam satu kesatuan ide yang tersusun lengkap, utuh dan padu.
Sekurang-kurangnya dapat dikatakan ada lima ciri paragraf yang baik. Kelima ciri itu adalah kesatuan, kepaduan, ketuntasan, konsistensi sudut pandang, dan keruntutan.
Fungsi Paragraf ada 4, yaitu:
Menampung ide pokok.
Membantu memahimi isi.
Membantu menguraikan masalah.
Memulai pokok pikiran baru
Unsur dan Syarat Paragraf
Unsur-unsur paragraf, yaitu:
Masalah adalah suatu hal yang harus diselesaikan atau dicari jalan keluarnya.
Ide pokok merupakan gagasan yang mendasari terbentuknya sebuah paragraf.
Kalimat utama merupakan kalimat yang berisi ide pokok.
Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung atau memperjelas kalimat utama.
Fakta dan opini ditulis atau tidak tergantung sang penulis.
Syarat paragraf, yaitu:
Kesatuan
Kepaduan
Kelengkapan
Jenis-jenis Paragraf
Berdasarkan tujuannya
Paragraf Pembuka
Paragraf Penghubung
Paragraf Penutup
Berdasarkan letak kalimat utamanya
Paragraf Induktif
Paragraf Deduktif
Paragraf Campuran
Paragraf Ineratif
Paragraf yang tidak memiliki kalimat utama
Berdasarkan isinya
Paragraf Narasi
Paragraf Deskripsi
Paragraf Eksposisi
Paragraf Argumentasi
Paragraf Persuasi
Berdasarkan pola pengembangannya
Paragraf Tanya jawab
Paragraf Sebab-akibat
Paragraf Contoh atau ilustrasi
Paragraf Alas an atau keterangan
Paragraf Perbandingan atau analogi
Paragraf Definisi
Paragraf Proses
Paragraf Penguraian
Metode pengembangan paragraf ada 8, yaitu:
Metode pertentangan
Metode perbandingan
Metode analogi
Metode contoh
Metode sebab-akibat
Metode definisi
Metode klasifikasi
Metode klimaks-antiklimaks.
3.2   Saran
Kita sering memandang bahasa Indonesia sebaagai bidang pelajaran yang bisa dikesampingkan dahulu, karena materinya sedikit atau butuh waktu hanya sedikit untuk menguasainya. Namun kita salah, bidang ilmu bahasa Indonesia adalah ilmu yang cukup luas. Banyak bagian-bagian didalamnya yang belum kita pernah ketahui dan sangat perlu kita pelajari, seperti contoh adalah materi pada sub bagian ‘Paragraf’. Ternyata paragraf memilki banyak aturan dan jenisnya.
Makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu bagi pembaca yang berminat untuk menulis kembali makalah ini, diharapkan lebih mengembangkan point-point yang belum secara lengkap dibahas melalui makalah ini.

http://111ruri64citra50siti22.blogspot.co.id/2014/10/paragraf_27.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar